Latest Posts

Rabu, 04 November 2020

MERDEKA BELJAR

Elina Dona Siagian


PENERAPAN MERDEKA BELAJAR 

DALAM PAK


KONSEP MERDEKA BELAJAR

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim, menetapkan kebijakan Merdeka Belajar sesuai arahan dari Presiden dan Wakil Presiden. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Empat program pokok kebijakan Merdeka Belajar meliputi:

1. Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN)

Penyelenggaraan USBN diselenggarakan oleh sekolah. USBN dilakukan untuk menilai kompetensi siswa dalam bentuk tes tertulis atau bentuk penilaian lainnya yang lebih komprehensif, seperti portofolio dan penugasan (tugas kelompok, karya tulis, dan sebagainya). Sehingga guru dan sekolah lebih merdeka dalam penilaian hasil belajar siswa dan anggaran USBN bisa dialihkan untuk mengembangkan kapasitas guru dan sekolah dan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran

2. Ujian Nasional (UN)

Penyelenggaraan UN tahun 2021, akan diubah menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter, yang terdiri dari kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi), kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi), dan penguatan pendidikan karakter. Pelaksanaan ujian tersebut akan dilakukan oleh siswa yang berada di tengah jenjang sekolah (misalnya kelas 4, 8, 11), sehingga dapat mendorong guru dan sekolah untuk memperbaiki mutu pembelajaran. Hasil ujian ini tidak digunakan untuk basis seleksi siswa ke jenjang selanjutnya. “Arah kebijakan ini juga mengacu pada praktik baik pada level internasional seperti PISA dan TIMSS

3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) akan dilakukan poses menyederhanakannya dengan memangkas beberapa komponen. Guru secara bebas dapat memilih, membuat, menggunakan, dan mengembangkan format RPP. Tiga komponen inti RPP terdiri dari tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan asesmen. RPP dibuat satu halaman saja dan dilakukan secara efisien dan efektif sehingga guru memiliki lebih banyak waktu untuk mempersiapkan dan mengevaluasi proses pembelajaran itu sendiri.

4. Peraturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Zonasi.

Dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) tetap menggunakan sistem zonasi namun dengan kebijakan yang lebih fleksibel untuk mengakomodasi ketimpangan akses dan kualitas di berbagai daerah. Komposisi PPDB jalur zonasi dapat menerima siswa minimal 50 persen, jalur afirmasi minimal 15 persen, dan jalur perpindahan maksimal 5 persen. Sedangkan untuk jalur prestasi atau sisa 0-30 persen lainnya disesuaikan dengan kondisi daerah. Daerah berwenang menentukan proporsi final dan menetapkan wilayah zonasi dengan harapan pemerintah daerah dan pusat dapat bergerak bersama dalam memeratakan akses dan kualitas pendidikan, seperti redistribusi guru ke sekolah yang kekurangan guru.  Info lebih lanjut mengenai empat pokok kebijakan merdeka belajar.

https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2019/12/mendikbud-tetapkan-empat-pokok-kebijakan-pendidikan-merdeka-belajar

PENERAPAN MERDEKA BELAJAR DALAM  PAK

Program merdeka belajar yang dicanangkan oleh Bapak Menteri Pendidikan diharapkan dapat menjadi angin segar bagi kemajuan Pendidikan Indonesia. Dimana proses pendidikan dikemas secara lebih bebas dan sederhana dengan tidak membebani dan menekan para pendidik, namun bisa dinikmati peserta didik karena dilakukan dengan suasana kegembiraan. Kebijakan program merdeka belajar ini  dalam penerapannya pada mata pelajaran PAK dan BP dengan memperhatikan 3 (tiga) hal yang berikut ini:

1. Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN)

Dalam pelaksanaan USBN, guru pengajar PAK dan BP melakukan penilaian terhadap kompetensi siswa dalam bentuk tes tertulis atau bentuk penilaian lainnya yang lebih komprehensif, seperti portofolio dan penugasan (tugas kelompok, karya tulis, dan sebagainya). Bila dibandingkan dengan pelaksanaan USBN yang telah berlalu, USBN dilakukan hanya secara tertulis saja. Meskipun dalam pengambilan penilaian secara keseluruhan guru melakukan penilaian dari ketiga aspek yakni aspek sikap (berdasarkan observasi guru, penilaian diri dan penilaian antar teman), aspek pengetahuan (tes tertulis dan tes lisan) dan aspek ketrampilan (melalui unjuk kerja, produk dan proyek). Namun dalam penilaian sesuai program merdeka belajar ini, dikatakan tes tertulis tetap ada, penilaian melalui penugasan atau dikenal dengan penilaian ketrampilan juga ada, dan ditambahkan dengan penilaian portofolio. Dalam pelaksanaan ini,  guru PAK dan BP lebih merdeka dalam penilaian hasil belajar siswa. Portofolio adalah hasil pencapaian peserta didik berupa karya, hasil atau prestasi yang dicapai oleh peserta didik.

2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) PAK dan BP, akan dilakukan secara lebih singkat dan sederhana. Guru secara bebas dapat memilih, membuat, menggunakan, dan mengembangkan format RPP. Tiga komponen inti RPP terdiri dari tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan asesmen. RPP PAK dan BP dibuat satu halaman saja dan dilakukan secara efisien dan efektif sehingga guru memiliki lebih banyak waktu untuk mempersiapkan dan mengevaluasi proses pembelajaran itu sendiri. Meskipun kebijakan merdeka belajar ini dapat mengurangi beban guru, namun diharapkan guru jadi berleha-leha dan bermalas-malasan, namun sebaliknya tetap menyadari bahwa kreatifitas dalam mengemas RPP yang singkat, sederhana namun lengkap itu membutuhkan keterbukaan dan kemauan guru untuk terus belajar mengembangkan potensi dalam diri sesuai dengan kondisi meerdeka belajar yang diharapkan.

3. Kegiatan Belajar Mengajar

Sejalan dengan RPP PAK dan BP yang singkat sederhana dan pelaksanaan penilaian yang tidak kaku namun boleh dengan memperhatikan beragam aspek dalam bentuk tes tertulis, penugasan, portofolio ataupun dalam bentuk lain sesuai kondisi kebutuhan pembelajaran, maka diharapkan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan bisa lebih fleksibel atau tidak kaku. Kegiatan belajar mengajar diharapkan bisa lebih dikemas dalam kegiatan yang dimodifikasi dengan semenarik mungkin dan harus menimbulkan suasana kegembiraan dan bisa dinikmati tanpa rasa terbebani bagi para peserta didik. Maka yang perlu diperhatikan dalam hal ini, didalam pembelajaran harus:

1. Peserta didik harus gembira dalam belajar

2. Peserta didik harus berminat antusias

3. Peserta didik tidak boleh merasa terbebani dalam belajar

4. Peserta didik mengalami pengalaman belajar yang lebih variatif

 KESIMPULAN

        Program kebijakan merdeka belajar diharapkan dapat lebih memajukan pendidikan di Indonesia. Para guru PAK dan BP harus lebih banyak belajar tentang bagaimana mempersiapkan pembelajaran sesuai dengan kebijakan baru ini. Agar PAK dan BP terus dilakukan pembaharuan sesuai dengan kondisi zaman yang terus berubah dan target pendidikan PAK bisa diselaraskan dengan target pendidikan yang diharapkan nantinya. Maka menurut penulis, perlu adanya pelatihaan untuk penyesuaian bagi guru dlm mengikuti tahapan-tahapan yang tepat sesuai dengan apa yang diharapkan oleh program ini kedepannya. Semoga pendidikan Indonesia maju dalam kemerdekaan belajar.

PERANGKAT PEMBELAJARAN

Elina Dona Siagian




 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 

(RPP)

No.

Komponen

Kegiatan

1.

 

Nama Sekolah

Mata Pelajaran

Kelas/Semester

Materi Pembelajaran

SD Negeri 95 Pekanbaru

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti

V (Lima)/I

PENGORBANAN YESUS KRISTUS

2.

Alokasi Waktu

4 x 35 menit

  3.

Kompetensi Inti

KI-1  Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.

KI-2  Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru

KI-3 Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah

KI-4 Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia

4.

Kompetensi Dasar

1.2 Menerima dan mensyukuri karya penyelamatan Allah melalui Yesus Kristus.

2.2 Membiasakan cara hidup orang bertobat yang sudah diselamatkan oleh Yesus Kristus.

3.2 Memahami dan menjelaskan karya penyelamatan Allah melalui Yesus Kristus.

4.2 Mempraktikkan cara hidup sebagai orang yang sudah diselamatkan Allah dengan mengasihi sesama.

5.

Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)

·      Menjelaskan arti pengorbanan Yesus Kristus.

·      Menghayati pengorbanan Yesus Kristus melalui ungkapan karya puisi tentang  “Pengorbanan Yesus di Kayu Salib”.

·      Menyebutkan contoh tindakan berkorban bagi orang lain sebagai wujud mengikuti teladan Yesus Kristus.

·      Menyatakan tekad untuk mengikuti teladan Yesus Kristus dalam hal berkoban

6.

Tujuan Pembelajaran

·           Siswa dapat menjelaskan arti pengorbanan Yesus Kristus.

·           Siswa dapat menghayati pengorbanan Yesus Kristus melalui karya kreatif  berupa puisi.

·           Siswa dapat menyebutkan tindakan berkoban bagi orang lain sebagai wujud mengikuti teladan Yesus Kristus.

·            Siswa mengikuti teladan Yesus Kristus dengan melakukan perbuatan baik kepada oranglain sebagai bentuk pengorbanan

7.

Materi Pembelajaran

Pelajaran 6  Pengorbanan Yesus Kristus

Yesus Kristus adalah Juru Slamat manusia. Berita tentang kedatangan Juru Slamat telah lama dinubuatkan oleh para Nabi. Yesus datang untuk memberi pengorbanan menebus dosa manusia di kayu salib di Bukit Golgata. Agar orang yang percaya akan penebusan akan beroleh keselamatan. Yesus memberi teladan yang luar biasa kepada manusia tentang pengorbanan karena kasih-Nya kepada kita. Kita harus menyatakan rasa trimakasih kepada Tuhan Yesus melalui hidup taat dan setia dalam melakukan kehendak-Nya dan menjauhi dosa.

Fakta: Manusia diselamatkan melalui pengorbanan Yesus Kristus diatas kayu  salib

 Konsep: Melalui pengorbanan  Yesus Kristus manusia bisa diselamatkan

 Prinsip: Bersyukur kepada Tuhan Yesus atas pengorbananNya bagi umat manusia yang percaya

 Prosedur:   Percaya kepada Tuhan Yesus dengan pengorbananNya mati dikayu salib untuk  menebus dosa manusia

8.

Pendekatan, Model dan Metode Pembelajaran

Metode bercerita dan berbagi pengalaman

9.

Kegiatan Pembelajaran

PENDAHULUAN

·       Peserta didik memberi salam dan  berdoa

·       Absensi

·       Apersepsi

·       Guru menyampaikan tujuan materi pembelajaran yang akan diajarkan

·       Yel-yes semangat belajar

KEGIATAN INTI

Kegiatan Literasi

Peserta didik diberi panduan dan penjelasan untuk melihat, mendengar, mengamati dan semakin memahami tentang materi Pengorbanan Yesus Kristus melalui penjelasan dan gambar PPt yang ditayangkan di slide

Critical Thinking

Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami, dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik. Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi  Pengorbanan Yesus Kristus

Collaboration

Peserta didik secara berpasangan bersama-sama membuat puisi tentang Pengorbanan Yesus Kristus dan membacakannya bersama-sama didepan kelas

Communication

Peserta didik berbagi cerita pengalaman kepada teman dan guru tentang perbuatan melakukan kebaikan untuk oranglain sebagai sikap berkorban mengikuti teladan Pengorbanan Yesus Kristus

Creativity

Peserta didik mengerjakan LKPD

 

PENUTUP

·      Guru bersama peserta didik  merefleksikan  pengalaman belajar

·      Doa Penutup

10.

Penilaian

1.    Penilaian Sikap (Penilaian Diri)

2.     Penilaian Pengetahuan

3.     Penilaian Ketrampilan (berupa produk)

11.

Media, Alat, dan Sumber Belajar

Media

Ø LKPD

Ø LCD Proyektor/ Slide presentasi (ppt)

Alat/Bahan

Ø Penggaris, spidol, papan tulis

Ø Laptop & infocus

Sumber Belajar

Ø Buku Guru PAK dan BP Kelas 5 K13

Ø Buku siswa PAK dan BP Kelas 5 K13

Ø Alkitab



Our Team

  • Syed Faizan AliMaster / Computers
  • Syed Faizan AliMaster / Computers
  • Syed Faizan AliMaster / Computers
  • Syed Faizan AliMaster / Computers
  • Syed Faizan AliMaster / Computers
  • Syed Faizan AliMaster / Computers